Posts

Interpretasi dan Kesimpulan yang dibuat Konsumen

Hawkins and Mothersbaugh (2010) berpendapat bahwa interpretasi dibutuhkan konsumen untuk membuat kesimpulan. Konsumen melakukan interpretasi untuk memahami informasi yang masuk berdasarkan karakteristik dari stimulus, individu, dan situasi.  Konsumen cenderung untuk menafsirkan informasi untuk mendukung merek yang disukai. Kesimpulan konsumen dapat melampaui informasi yang secara langsung dinyatakan atau disajikan oleh pemasar, karena konsumen menggunakan data yang tersedia dan ide-ide mereka sendiri untuk menarik kesimpulan tentang informasi yang tidak diberikan.  Selain itu, konsumen juga menggunakan pengalaman dan pengetahuan mereka sendiri untuk menarik kesimpulan tentang kualitas produk berdasarkan isyarat non kualitas. Berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya, konsumen sering  menyimpulkan bahwa untuk mendapat produk berkualitas  baik maka harus dibayar dengan harga yang tinggi.

Mengapa Persepsi Konsumen Berbeda terhadap Realitas Yang Sama?

Persepsi dapat berbeda-beda antar beberapa individu yang terkena realitas yang sama. Orang dapat muncul dengan persepsi yang berbeda dari objek yang sama karena tiga proses persepsi: perhatian selektif, distorsi selektif, dan retensi selektif (Hawkins & Mothersbaugh, 2010). Perhatian Selektif. Orang lebih cenderung untuk melihat rangsangan yang berhubungan dengan kebutuhan saat ini.  Namun demikian, meskipun orang menyaring banyak rangsangan sekitarnya mereka masih dapat dipengaruhi oleh rangsangan yang tak terduga, seperti penawaran mendadak melalui surat, melalui telepon, atau dari seorang tenaga penjualan. Perhatian selektif membuat konsumen memproses hanya sebagian kecil dari informasi yang tersedia. Interpretasi dapat menjadi proses yang sangat subjektif. Jadi realitas dan persepsi konsumen tentang realitas yang sering sangat berbeda. Pemasar yang ingin mengkomunikasikan pesan merek mereka secara efektif kepada konsumen harus memahami sifat dari persepsi dan banyak faktor yang…

Dampak Rangsangan Fisik dan Lingkungan terhadap Persepsi

Persepsi tidak hanya tergantung pada rangsangan fisik tetapi juga pada hubungan rangsangan terhadap lingkungan sekitarnya dan kondisi dalam setiap orang (Kotler & Keller, 2016). Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengatur dan menafsirkan informasi. Ketika konsumen mengumpulkan informasi tentang produk keterlibatan tinggi mereka mengikuti serangkaian langkah, atau hirarki efek. Menurut Hollensen (2015) paparan sepotong informasi, seperti produk baru, sebuah iklan atau rekomendasi seorang teman, menyebabkan perhatian, kemudian ke pemahaman dan akhirnya bertahan dalam memori. Konsumen menerima informasi dalam bentuk sensasi, respon langsung dari sensorik reseptor-mata, telinga, hidung, mulut, dan kulit-rangsangan dasar seperti cahaya, warna, bau, sentuhan, dan suara. Solomon et al. (2012) berpendapat bahwa konsumen mencoba untuk membuat rasa sensasi yang diterima dengan menafsirkan berdasar pengalaman masa lalu.

Yang Mempengaruhi Persepsi Konsumen

Persepsi seseorang tentang suatu objek atau peristiwa merupakan hasil dari interaksi dua jenis faktor: 1. Stimulus faktor-karakteristik dari objek fisik seperti ukuran, warna, berat, dan bentuk karakteristik 2. Individu faktor-unik individu, termasuk tidak hanya proses sensorik tetapi juga mengalami dengan input yang sama dan motivasi dasar dan harapan (Kurtz & Boone, 2010).  Orang yang berbeda melihat hal yang sama pada waktu yang sama dengan cara yang berbeda. Seorang individu dapat merasakan item yang sama di sejumlah cara pada waktu yang berbeda. Persepsi seseorang termotivasi siap untuk bertindak-bagaimana dipengaruhi oleh persepsi situasinya. Dalam pemasaran, persepsi lebih penting daripada kenyataan karena mereka mempengaruhi perilaku konsumen yang sebenarnya (Kotler & Keller, 2016). Persepsi mempengaruhi akuisisi dan konsumsi barang dan jasa karena memberikan makna untuk hal-hal seperti warna, simbol, rasa, dan kemasan. Budaya, tradisi, dan pendidikan seseorang secara …

Proses Persepsi Konsumen

Persepsi dibentuk oleh  input informasi berupa sensasi yang diterima melalui penglihatan, rasa, pendengaran, penciuman, dan sentuhan (Pride & Ferrell, 2014).  Proses persepsi diawali dengan paparan konsumen dan perhatian terhadap rangsangan pemasaran dan berakhir dengan interpretasi konsumen (Hawkins & Mothersbaugh, 2010). Dengan persepsi, seseorang melakukan proses memilih, mengatur, dan menginterpretasikan informasi untuk membentuk gambaran yang berarti dari dunia (Grewal & Levy, 2008).

Definisi Persepsi Konsumen

Kurtz and Boone (2010)  menyatakan persepsi adalah pemaknaaan seseorang terhadap atribut rangsangan yang masuk melalui panca indera-penglihatan, pendengaran, sentuhan, rasa, dan bau. Perreault, Cannon, and McCarthy (2012)mendefinisikan: “Persepsi adalah bagaimana kita mengumpulkan dan menginterpretasikan informasi dari dunia sekitar kita.” Sedangkan menurut Solomon, Marshall, and Stuart (2012) Persepsi adalah proses dimana orang memilih, mengatur, dan menginterpretasikan informasi dari dunia luar.

Definisi Perilaku Konsumen

The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai "interaksi dinamis yang mempengaruhi dan kognisi, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan aspek pertukaran kehidupan mereka" (Peter & Olson, 2010).Studi tentang perilaku konsumen dibangun di atas pemahaman tentang perilaku manusia pada umumnya. Dalam upaya mereka untuk memahami mengapa dan bagaimana konsumen membuat keputusan membeli, pemasar meminjam secara luas dari ilmu psikologi dan sosiologi (Kurtz & Boone, 2010)
Setiap keputusan pembelian konsumen dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal (Kurtz & Boone, 2010). Faktor yang mempengaruhi proses keputusan konsumen yaitu: Pertama adalah elemen dari bauran pemasaran. Kedua adalah faktor psikologis, yang merupakan pengaruh internal kepada pelanggan, seperti motif, sikap, persepsi, dan pembelajaran. Ketiga, faktor sosial, seperti keluarga, kelompok referensi, dan budaya, juga mempengaruhi proses keputusan. Keempat, a…